Beranda / GALERI LENSA BARU / Masyarakat Desa Loki Mendesak Bupati SBB Copot Pejabat Desa, Diduga Korupsi dan Abaikan Program Negara

Masyarakat Desa Loki Mendesak Bupati SBB Copot Pejabat Desa, Diduga Korupsi dan Abaikan Program Negara

Masyarakat Desa Loki Mendesak Bupati SBB Copot Pejabat Desa, Diduga Korupsi dan Abaikan Program Negara

 

11-1-2026

Piru,LensaBaru.com–Gelombang kekecewaan masyarakat Desa Loki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), kian memuncak. Warga secara tegas mendesak Bupati SBB Ir. Asri Arman untuk segera mencopot Pejabat Desa Loki, Reisen Salawaney, yang dinilai gagal menjalankan roda pemerintahan desa dan diduga kuat terlibat praktik korupsi.

Desakan ini bukan tanpa alasan. Hingga 10 Januari 2026, Pemerintah Desa Loki belum juga melaksanakan empat program prioritas pemerintahan desa yang seharusnya sudah berjalan sejak tahun 2025, yakni:

1. Rembuk Stunting

2. Musyawarah Desa dan Penyusunan RKP Desa (Musdes)

3. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes)

4. Pelaksanaan Program Sertifikasi Tanah Presiden RI (800 Sertifikat Tanah untuk Desa Loki)

Ironisnya, program sertifikat tanah yang merupakan kebijakan strategis nasional sangat dibutuhkan masyarakat untuk kepastian hukum kepemilikan rumah dan lahan. Namun, Pejabat Desa Loki dinilai sengaja tutup mata dan tidak mengambil keputusan apa pun, sehingga program Presiden RI tersebut mandek total.

“Ini bukan kelalaian biasa, ini bentuk pembiaran yang merugikan masyarakat,” tegas salah satu tokoh masyarakat Loki.

Diduga Tak Punya Anggaran, Masyarakat Curiga Dana Desa Dikorupsi

Mandeknya seluruh tahapan perencanaan desa memunculkan dugaan kuat penyalahgunaan anggaran desa. Masyarakat mencurigai bahwa pemerintah desa tidak lagi memiliki anggaran, akibat dugaan praktik korupsi yang dilakukan oleh oknum di pemerintahan desa.

“Kami menduga kuat ada korupsi. Kalau tidak, mustahil empat program penting ini tidak jalan sama sekali,” ujar warga lainnya.

Jarang Masuk Kantor, Diduga Berlindung di Balik Nama Bupati

Tak hanya soal program, Reisen Salawaney juga disebut jarang berkantor selama menjabat. Informasi yang diterima dari masyarakat menyebutkan bahwa yang bersangkutan kerap menyampaikan kepada warga bahwa dirinya tidak akan dicopot karena dilindungi langsung oleh Bupati SBB Ir. Asri Arman.

Pernyataan tersebut semakin melukai perasaan masyarakat dan menimbulkan kekecewaan mendalam terhadap kepemimpinan Bupati SBB.

“Kami kecewa. Kalau benar Bupati membela pejabat seperti ini, maka rakyat dikorbankan,” tegas warga.

Diduga Adu Domba Warga, SK Kepala Dusun Dipersoalkan

Masalah tak berhenti di situ. Pejabat Desa Loki juga dituding mengadu domba masyarakat, khususnya di Dusun Tanah Goyang. Warga setempat secara terbuka menolak kepemimpinan Yasmin Bali sebagai Kepala Dusun Tanah Goyang.

Namun, alih-alih menyelesaikan konflik, Pejabat Desa Loki justru mengeluarkan SK pengangkatan Yasmin Bali, yang hingga kini terus ditolak warga. Masyarakat Tanah Goyang mendesak agar SK tersebut segera dibatalkan dan diganti sesuai kehendak warga.

Ultimatum Masyarakat: Copot atau Rakyat Bertindak

Masyarakat Desa Loki menegaskan bahwa Reisen Salawaney tidak layak dipertahankan sebagai Pejabat Desa. Mereka memberi ultimatum keras kepada Bupati SBB agar segera mencopot yang bersangkutan demi kelancaran roda pemerintahan desa.

“Jika Bupati SBB tidak segera bertindak, kami sebagai masyarakat akan mengambil langkah dan tindakan sendiri,” tegas pernyataan warga.

Hingga berita ini diturunkan, Bupati SBB Ir. Asri Arman maupun Pejabat Desa Loki belum memberikan klarifikasi resmi terkait berbagai tudingan tersebut. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *