Beranda / POLITIK / MINGGU KASIH POLRES SBB, WAKAPOLRES SAMPAIKAN PESAN KAMTIBMAS DI GEREJA LAHAIROI WAISARISSA

MINGGU KASIH POLRES SBB, WAKAPOLRES SAMPAIKAN PESAN KAMTIBMAS DI GEREJA LAHAIROI WAISARISSA

 

Lensa Baru.Com,Piru Seram Bagian Barat-Polres Seram Bagian Barat (SBB) terus memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Salah satunya melalui program Minggu Kasih, yang secara rutin dilaksanakan selain program Jumat Berkah.

Kapolres Seram Bagian Barat AKBP Refindo Pradikta Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A., mengatakan bahwa Minggu Kasih merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran Polri untuk membangun komunikasi, mempererat hubungan dengan masyarakat serta menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas secara langsung.

“Program Minggu Kasih merupakan kegiatan rutin Polres SBB, selain Jumat Berkah. Kegiatan ini dilaksanakan oleh PJU Polres SBB, para Kapolsek jajaran dan Bhabinkamtibmas sebagai wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat,” ujar Kapolres.

Salah satu kegiatan Minggu Kasih dilaksanakan pada Minggu, 27 September 2026, sekitar pukul 09.00 WIT, bertempat di Gedung Gereja Lahairoi, Desa Waisarissa, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Wakapolres Seram Bagian Barat KOMPOL Pieter F. Matahelumual, S.H., M.H., bersama Jemaat GPM Sarihalawane.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres SBB menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Ketua Majelis Jemaat, para Pelayan Gereja serta seluruh Jemaat yang telah menerima dan mengikuti kegiatan Minggu Kasih.
Wakapolres juga mengajak seluruh jemaat untuk senantiasa menjaga perkataan dalam kehidupan sehari-hari dengan mengedepankan ucapan yang baik, membangun dan membawa sukacita, serta menghindari perkataan yang dapat menyinggung, menyakiti maupun memicu permasalahan dengan orang lain.

Selain itu, para orang tua diingatkan untuk meluangkan waktu dalam mendampingi dan mengawasi anak-anak, khususnya pada waktu belajar. Pendampingan tersebut dinilai penting agar anak-anak dapat terhindar dari pergaulan maupun aktivitas yang dapat memberikan dampak negatif bagi perkembangan mereka.

Terkait perlindungan anak, Wakapolres menyampaikan bahwa perkara kekerasan seksual terhadap anak masih menjadi perhatian serius di wilayah hukum Polres SBB. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan bersama dari orang tua, keluarga, pihak Gereja dan seluruh elemen masyarakat untuk memberikan pengawasan, pendampingan serta perlindungan kepada anak-anak.
“Anak-anak adalah generasi penerus. Karena itu, perlindungan terhadap mereka bukan hanya menjadi tanggung jawab orang tua, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama,” pesan Wakapolres.

Wakapolres juga mengajak seluruh jemaat untuk senantiasa menjadi berkat bagi sesama dengan menjaga hubungan baik, saling menghargai, membantu orang lain serta menghindari perbuatan yang dapat merugikan maupun menyakiti sesama.

Dalam menjaga situasi Kamtibmas, Pelayan Gereja dan seluruh jemaat juga diajak untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, tertib dan kondusif. Apabila terdapat permasalahan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, masyarakat diharapkan segera berkoordinasi dengan pihak Kepolisian agar dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Menutup penyampaian pesan Kamtibmas, Wakapolres SBB memberikan sejumlah nasihat yang sarat makna kepada seluruh jemaat.
“Jika suatu saat katong menjadi orang hebat, jangan pernah merasa hebat. Karena walaupun katong itu hebat, belum tentu katong itu hebat.”
Wakapolres juga mengajak jemaat untuk menjadikan perkataan sebagai sarana menyebarkan sukacita, bukan caci maki maupun sumpah serapah.
“Biarlah mulut menyampaikan sukacita, jangan caci maki dan sumpah serapah.”
Dengan bahasa yang dekat dengan keseharian masyarakat Maluku, Wakapolres turut menyampaikan pesan persaudaraan:
“Jang mangiri, jang saki hati deng orang pung kelebihan.”
“Kalo mabo, jang bodo. Kalo bodo, jang mabo.”
Serta mengingatkan pentingnya menjaga hubungan persaudaraan:
“Hidop orang basudara itu harus baku keku, jang baku kuku.”

Kapolres SBB AKBP Refindo Pradikta Rulando memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut dan menilai kehadiran Wakapolres secara langsung di tengah masyarakat merupakan bagian dari keteladanan dalam menjalankan tugas pengabdian.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Wakapolres SBB. Karena bukan hanya mengawasi kegiatan anggota Polres SBB secara internal, namun juga memberikan contoh langsung sebagai teladan bagi anggota Polres SBB untuk dapat memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam aspek sosial dan keagamaan,” ujar Kapolres.
Kapolres menambahkan, kegiatan seperti Minggu Kasih diharapkan dapat terus memperkuat komunikasi antara Polri dengan masyarakat sekaligus menjadi ruang untuk menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas secara humanis.

“Semoga kegiatan ini dapat memberikan pesan dan pengingat bagi seluruh jemaat untuk terus menjaga kerukunan, toleransi dan persaudaraan sebagai orang basudara di Bumi Saka Mese Nusa,” tutup Kapolres SBB(Hp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *