26-9-2026
Lensa Baru.Com,Piru Seram Bagian Barat- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru terus mengembangkan kegiatan pembinaan kemandirian melalui produksi olahan pangan. Pada Sabtu (26/9), sebanyak 59 bungkus keripik pisang berhasil diproduksi di Dapur Roti Lapas Piru dengan melibatkan Warga Binaan dalam proses pengolahannya.
Dari total produksi tersebut, sebanyak 21 bungkus dibuat dengan varian rasa original, sementara 38 bungkus lainnya diolah dengan cita rasa balado. Proses produksi dilakukan oleh Warga Binaan dengan pengawasan peserta magang dan staf Kegiatan Kerja untuk memastikan seluruh tahapan berjalan tertib dan sesuai dengan standar kebersihan yang diterapkan.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Ode Mustafa, mengatakan bahwa kegiatan produksi menjadi salah satu sarana bagi Warga Binaan untuk mengembangkan keterampilan melalui praktik kerja secara langsung.
“Kegiatan ini bukan hanya menghasilkan produk, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Warga Binaan untuk belajar mengolah bahan pangan, menjaga kualitas produk, dan bekerja secara bertanggung jawab. Kami terus mendorong agar keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Mustafa.
Sementara itu, peserta magang, Thalia Soplantila, turut menyampaikan bahwa keterlibatan dalam kegiatan produksi memberikan pengalaman dalam mendampingi sekaligus mengawasi proses kerja Warga Binaan.
“Selama proses produksi, kami ikut memastikan setiap tahapan berjalan dengan baik, mulai dari pengolahan hingga pengemasan. Warga Binaan juga terlihat antusias mengikuti setiap prosesnya,” ungkap Thalia.
Hal senada disampaikan Warga Binaan berinisial S. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus meningkatkan keterampilan dalam mengolah produk yang memiliki nilai jual.
“Saya senang bisa ikut dalam kegiatan ini karena kami tidak hanya bekerja, tetapi juga belajar bagaimana membuat produk yang rapi dan layak untuk dipasarkan,” tutur R.
Terpisah, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk mengembangkan potensi melalui kegiatan produktif.
“Kami ingin setiap kegiatan kerja di Lapas Piru memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan. Melalui pembinaan yang konsisten, kami berharap keterampilan dan pengalaman yang mereka dapatkan dapat menjadi modal untuk hidup mandiri setelah selesai menjalani masa pidana,” kata Hery.
Produksi keripik pisang tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Lapas Piru dalam mengembangkan produktivitas dan kemandirian Warga Binaan melalui kegiatan kerja yang terarah dan bernilai ekonomis(Hp)










