26-9-2026
Lensa Baru.com-Seram Bagian Timur-Persoalan konektivitas infrastruktur jalan di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) kembali menjadi perhatian masyarakat. Warga Desa Salagor Kota, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Ahmad Rumalean, memberikan apresiasi terhadap perhatian pemerintah melalui Satuan Kerja (Satker) Wilayah II Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku dalam mendorong pembangunan dan penanganan akses jalan di wilayah tersebut.
Menurut Ahmad, pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan kebutuhan mendasar masyarakat yang berkaitan langsung dengan pergerakan ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga mobilitas warga antarkecamatan.
Ia menilai perhatian terhadap jalur-jalur strategis di SBT, termasuk akses dari kawasan Teluk menuju Kecamatan Kilmury, menjadi langkah penting mengingat masih terdapat wilayah yang membutuhkan peningkatan konektivitas.
“Sebagai masyarakat, kami tentu memberikan apresiasi terhadap perhatian pemerintah melalui BPJN Maluku terhadap pembangunan infrastruktur jalan di SBT. Jalan merupakan kebutuhan dasar masyarakat karena menjadi penghubung antarwilayah dan sangat membantu aktivitas warga,” ujar Ahmad, Sabtu (26/9/2026).
Jalan Bukan Sekadar Aspal, Tapi Nadi Ekonomi Masyarakat
Ahmad menegaskan, kualitas infrastruktur jalan memiliki hubungan langsung dengan kehidupan masyarakat. Akses yang sulit dapat meningkatkan biaya transportasi dan distribusi, sekaligus menyulitkan masyarakat membawa hasil perkebunan maupun komoditas lainnya menuju pusat-pusat perdagangan.
Sebaliknya, semakin baik akses transportasi, semakin terbuka pula peluang masyarakat untuk mengembangkan aktivitas ekonomi.
Karena itu, ia berharap penanganan infrastruktur jalan di SBT tidak berhenti pada satu tahap pekerjaan, tetapi dilakukan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan dan prioritas wilayah.
“Harapan kami, pembangunan jalan ini terus mendapat perhatian. Masyarakat di wilayah SBT membutuhkan akses yang layak agar aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat bisa berjalan lebih baik,” katanya.
Apresiasi untuk Satker Wilayah II BPJN Maluku
Ahmad juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Satker Wilayah II BPJN Maluku, termasuk Toce Leuwol, yang menurutnya turut melakukan koordinasi dan memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur jalan di wilayah SBT.
Baginya, perhatian terhadap wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses harus terus dikawal agar pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
Namun, Ahmad juga menekankan pentingnya pengawasan publik. Menurutnya, dukungan terhadap pembangunan tidak berarti masyarakat harus menutup mata terhadap kekurangan dalam pelaksanaannya.
“Kalau ada kekurangan dalam pekerjaan, tentu harus disampaikan secara terbuka dan berdasarkan fakta. Tetapi kalau pembangunan memberikan manfaat bagi masyarakat, sudah sepatutnya kita memberikan apresiasi dan dukungan,” ujarnya.
Masyarakat Diminta Ikut Kawal dan Jaga Infrastruktur
Selain memberikan apresiasi, Ahmad mengajak masyarakat ikut menjaga berbagai infrastruktur yang telah dibangun menggunakan anggaran negara.
Ia menilai pembangunan jalan akan kehilangan manfaat jangka panjang apabila tidak dirawat dan tidak mendapat dukungan masyarakat.
Di sisi lain, kritik terhadap pelaksanaan pembangunan tetap dinilai penting sebagai bagian dari kontrol sosial. Kritik, kata dia, harus berbasis fakta dan data agar tidak berkembang menjadi informasi yang menyesatkan masyarakat.
“Pembangunan harus dikawal bersama. Masyarakat memiliki hak untuk mengawasi, tetapi pengawasan juga harus berdasarkan fakta dan data,” tegasnya.
Ahmad berharap perhatian pemerintah terhadap infrastruktur SBT terus ditingkatkan, terutama pada wilayah yang masih menghadapi persoalan konektivitas.
Menurutnya, pembangunan jalan yang terencana dan berkelanjutan akan menjadi salah satu faktor penting dalam membuka keterisolasian wilayah, memperlancar distribusi hasil masyarakat, serta memperkuat hubungan antarkawasan di Kabupaten Seram Bagian Timur.
Bagi masyarakat di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses, jalan bukan sekadar jalur penghubung. Jalan adalah akses menuju pelayanan publik, pasar, pendidikan, kesehatan, sekaligus pintu masuk bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.










